Reksa Dana atau Saham? Panduan Investasi Untuk Anda

Reksa Dana atau saham, mana yang harus dipilih untuk investasi? Pertanyaan tersebut sering muncul khususnya bagi pemula yang ingin memulai berinvestasi surat berharga. Sebelum kita bersama mengulas keduanya, yuk kita lihat penjelasan tentang reksa dana dan saham.

Menurut penjelasan dari Bursa Efek Indonesia, Reksa Dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun uang dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Secara berkala, manajer investasi akan melaporkan kepada Anda tentang uang kelolaan yang dimiliki. Laporan ini dapat menjadi indikasi awal, apakah investasi yang sedang Anda lakukan sesuai dengan rencana atau tidak.

Baca Juga: 6 Alasan Kamu Harus Mulai Investasi Emas

Pada investasi saham, Anda sendirilah yang mengatur uang yang dimiliki. Menurut penjelasan Bursa Efek Indonesia, saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan.

Selanjutnya, perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat. Ini artinya, saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investasi untuk jangka panjang.

Nah, selanjutnya yuk kita bahas bersama-sama tentang pilihan reksa dana atau saham sebagai pilihan investasi:

Jangka Waktu Investasi Reksa Dana dan Saham

Sebagai pengusaha, Anda harus memikirkan jangka waktu investasi uang Anda. Laba atau keuntungan adalah tujuan utama investasi yang dilakukan. Sebaliknya, Anda tentu tak ingin menanggung kerugian dalam jangka waktu tertentu bukan?

Dilihat dari jangka waktu investasi, reksa dana memiliki jangka waktu investasi bergantung pada jenis yang dibeli dan sebelumnya telah disusun oleh manajer investasi.

Sebagai contoh, jika Anda memilih produk dimana manajer investasi menempatkan uang kelolaan di pasar uang, maka investasi ditujukan untuk jangka pendek yaitu di bawah dua tahun. Sedangkan jenis saham dimana manajer investasi mengatur uang kelolaan di pasar saham, biasanya ditujukan untuk investasi jangka panjang, yaitu di atas tujuh tahun.

Sedangkan pada investasi saham, Anda memiliki keleluasaan mengatur jangka waktu uang investasi. Anda juga bebas memilih saham jenis perusahaan berdasarkan kategori tertentu.

Keleluasaan ini membuat Anda bebas menentukan strategi investasi yang diinginkan, apakah ingin menahan dalam jangka panjang atau melakukan perdagangan jangka pendek.

Namun, sejumlah ahli keuangan menyarankan sebaiknya investasi saham dilakukan untuk jangka panjang diatas 10 tahun.

Resiko Investasi

Saat memutuskan alokasi sejumlah uang pada reksa dana atau saham, pikirkan juga resiko investasi yang akan dilakukan. Perlu diingat bahwa keduanya memiliki resiko masing-masing.

Umumnya, reksa dana lebih rendah resikonya dibanding investasi saham. Ini terjadi karena manajer investasi melakukan diversifikasi dana kelolaan untuk mengurangi resiko. Sederhananya, manajer investasi memecah dana kelolaan untuk kemudian disalurkan ke berbagai portofolio.

Juga, karena dana yang dihimpun dari masyarakat relatif besar maka saat terjadi situasi pasar yang tidak menentu maka tidak akan terlalu berpengaruh sampai jangka waktu minimal investasi.

Berbeda dengan saham, diamana Anda sendiri yang memutuska pengelolaan kepemilikan. Anda harus rajin memantau pergerakan nilai saham perusahaan yang dimiliki. Apakah naik atau turun? Berapa kerugiaan yang ditanggung saat nilai saham turun? Atau apakah ini jadi saat yang tepat untuk menjual kepemilikan saham bila harganya naik?

Saat ingin membeli dan menjual saham, pertimbangkan juga biaya perantara efek yang harus Anda tanggung.

Jadi, Mana yang Cocok Untuk Anda?

Reksa Dana atau Saham? Panduan Investasi Untuk Anda

Setelah membangingkan keduanya, kini saatnya bertanya kepada diri sendiri mana investasi yang cocok. Tentunya ini menjadi pilihan berbeda satu investor dengan yang lainnya.

Umumnya, investasi saham dipilih untuk Anda bila merasa sebagai investor agresif, bersedia mengambil resiko tinggi, berinvestasi untuk jangka panjang, dan memiliki banyak waktu untuk memahami seluk beluk perusahaan yang sahamnya ingin dibeli.

Namun, bila merasa sebagai pemula dalam investasi surat berharga atau pasar modal dan belum memiliki pengalaman maka reksa dana menjadi pilihan. Reksa dana juga menjadi pilihan untuk investor yang memiliki uang terbatas.

Dengan menyerahkan kepada manajer investasi, maka Anda dapat leluasa mengerjakan bisnis yang sekarng dilakukan.

Nah, bagaimana menurut Anda? Apakah punya pengalaman investasi di dua hal ini? Yuk, tulis pendapat Anda di kolom komentar dibawah ini.

Leave a Reply